Rabu, 09 Juli 2014

Cara Mengatasi Billing Error 429

Cara mengatasi run-time error 429 Billing Explorer / F-09

Langsung aja ya .. 

ini kasusnya dikomputer yg terinstall billing explorer dan yg pasti billing explorer itu ada di start up windows..
nah..dikomputer itu ada corel draw x 4 yg udah expired, ya udah ane uninstall aja tu corel..trus ane restart deh tu komputer..pas start up eh..billingnya malah ga jalan dan malah muncul 
dialog box Run-time error '429:' Activex component can't create objec 

Cara mengatainya adalah sebagai berikut :
1.  Download RegSvr32 disini Regsv32a.exe
2.  Simpen file yg Regsv32a.exe di drive C (difolder mana aja yg  pnting di C)
3.  Terus run (win+R) copas deh code ini  :
     RegSvr32 C:\progra~1\common~1\micros~1\dao\dao350.dll 
4.  Kalau ada dialogbox kaya gini


 




Berarti anda berhasil ... !!!

Rabu, 02 Juli 2014

Optimalisasi PC


OPTIMALISASI PC
Di tempat anda, mungkin banyak orang yang bisa menginstall program. Namun saya yakin sangat sedikit sekali yang mengerti dan mau memahami seni dari proses install tersebut sehingga menghasilkan PC yang optimal. Sering kita jumpai komputer sekelas Pentium IV masih dikatakan lambat. Padahal sudah dilakukan berbagai upaya untuk menambah memori dan meningkatkan prosesor. Namun tetap saja, masih ada beberapa proses yang dianggap lambat. Dengan settingan berikut, anda bisa menyulap Pentium III secepat Pentium IV. Ruang-ruang yang akan kita sentuh adalah sebagai berikut :
1. System Properties
2. System Configuration
3. Registry
1. System Properties
Adalah ruang berisi informasi tentang nama dan organisasi pemilik. Anda bisa membukanya dengan klik kanan pada icon My Computer dan pilih Properties. Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break. Ada beberapa rahasia yang akan kita obrak-abrik pada system properties ini, sehingga menghasilkan installasi yang optimal. Ikuti langkah berikut:
  • Klik kanan pada icon My Computer dan pilih Properties. Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break.
  • Klik menu System Restore, pastikan anda mengklik Turn Off System Restore On All Drives. Ini akan sangat berguna untuk menghalau salah satu cara perkembangbiakan virus.
  • Kemudian klik Advanced.
Terdapat 3 menu setting di bawahnya.
  • -Klik Setting pertama dan pastikan anda memilih Adjust For Best Performance. Lanjutkan dengan mengklik Apply. Tunggu beberapa saat, dan tampilan windows akan berubah menjadi klasik. Tampilan tersebut dapat kita rubah sesuai keinginan kita nanti.
  • Selanjutnya klik Advanced, dan klik Change untuk merubah Virtual Memory. Virtual memory adalah Space yang dijadikan memory bayangan untuk membantu kinerja memory asli yang biasa kita sebut RAM . Virtual memory ini akan meminta ruangan dari harddisk.
  • Pada sub menu Custome Size, terdapat kolom Initial Size. Isikan kolom dengan angka minimal 2 kali jumlah RAM yang anda pasang. Misalnya anda memasang RAM 128 MB, maka isi kolom tersebut dengan jumlah minimal 256. Dan pada kolom berikutnya isi dengan 2x kolom pertama. Jangan lupa klik Set. Klik OK dan OK lagi sehingga kembali ke System Properties awal.
  • Sekarang klik menu Setting yang ketiga, anda akan melihat dua kolom yang berisi angka 30. Rubah angka tersebut menjadi 3. Kemudian buang tanda Ceklis pada Automatically Restart.
  • Klik OK setelah selesai.
  • Tutup System Properties dengan mengklik OK
Dari hasil otak-atik tadi, tampilan windows terasa amat membosankan. Semuanya serba Classic, seolah-olah bukan Windows XP.
Jangan khawatir, itu hanya sekedar tampilan yang bisa kita rubah setiap saat, caranya:
  • Klik kanan di ruang kosong pada area Desktop dan pilih Properties sehingga muncul kotak dialog Display Properties.
  • Klik menu Themes, kemudian pada kolom Themes di bawahnya, klik tanda panah ( Pop up ) dan pilih Windows XP.
Jika sebelumnya sudah terpilih Windows XP, maka pilih dulu Themes lain, kemudian klik panah lagi dan pilih Windows XP. Ini dilakukan untuk memancing tampilan Windows XP yang sesungguhnya.
  • Klik Apply dan lihat hasilnya.
  • Selanjutnya klik menu Desktop, perhatikan di bagian bawah. Disana terdapat sub menu Customize Desktop, klik menu tersebut.
  • Pada tampilan kotak dialog berikutnya, pastikan anda membuang tanda Ceklis pada Run Desktop Cleanup Every 60 Days. Ini dilakukan untuk menghindari penghapusan otomatis Windows terhadap icon-icon yang sudah dianggap tidak penting, padahal menurut kita masih sangat penting.
  • Klik OK dan OK lagi untuk menutup Display Properties.
2. System Configuration
Ruang berikutnya yang akan kita bedah adalah System Configuration. Perhatikan langkah berikut :
  • Klik Start pilih Run dan ketik ms config kemudian Ok atau langsung tekan Enter.
  • Di deretan menu bagian atas, di ujung kanan terdapat menu Startup. Klik menu tersebut.
  • Lihat ke bagian bawah, terdapat sederetan nama dengan masing-masing mempunyai tanda ceklis.
Nama-nama tersebut adalah indikasi program yang akan selalu berjalan ketika Windows baru pertama kali tampil. Dan jika kita membiarkan tanda ceklisnya, maka Windows akan sedikit lambat ketika pertama kali proses Loading.
  • buang tanda ceklis pada nama program yang dianggap tidak perlu untuk ditampilkan pada waktu START UP. Kemudian klik Apply
  • Klik OK untuk menutup System Configuration dan klik Restart.
  • Minum kopi, makan cemilan, atau pesen nasi goreng untuk menunggu komputer anda yang Restart.
Setelah komputer Restart dan kembali ke ruangan Desktop, anda dikagetkan dengan munculnya kotak dialog yang tentu saja berbahasa inggris. Langsung saja klik kotak kecil untuk memberi ceklis pada Don’t Show This Massage…, (dst) kemudian klik OK, maka kotak tadi tidak akan muncul lagi ketika Windows baru Restart.
3. Registry
Registry adalah ruang Administrator Windows. Keluar masuknya program yang terinstall akan selalu melapor terlebih dahulu ke Registry.
Berikut ini adalah directory yang terdapat di Registry yang akan kita obrak-abrik:
  • HKEY_CLASSES_ROOT
  • HKEY_CURRENT_USER
  • HKEY_LOCAL_MACHINE
  • HKEY_USERS
  • HKEY_CURRENT_CONFIG
Yang akan kita sentuh adalah bagian a dan b. Ikuti langkah berikut:
  • Klik Start, pilih Run dan ketik regedit, klik OK atau langsung tekan Enter.
  • Klik tanda plus (+) pada HKEY_CURRENT_USER.
  • Klik tanda plus (+) pada Control Panel.
  • Klik tanda plus (+) pada Desktop.
( Perhatikan jendela sebelah kanan pada posisi Desktop. Terdapat sederetan String yang cukup memusingkan dan tentu saja berbahasa Inggris. Cari dan temukan MenuShowDelay. Jika sudah ketemu, klik 2 kali dan rubah nilainya dari 400 menjadi 0, kemudian klik OK).
  • Sekarang kembali ke jendela sebelah kiri.
  • Di bawah directory Desktop terdapat sub directory WindowsMetrics. Klik sub directory tersebut dan perhatikan jendela sebelah kanan.
  • Cari dan temukan MinAnimate, klik 2 kali pada value tersebut dan rubah nila
    inya menjadi 1, klik OK.
Sekarang tutup Registry dengan tombol Alt + F4 atau dengan mengklik tanda silang ( X) di bagian atas kanan jendela.
Restart Komputer anda dan lihat hasilnya.

Buat Bootable dengan Rufus

Cara Tercepat Membuat Flashdisk Bootable dengan Rufus

Cara membuat flashdisk bootable dengan cepat - Jika kawan berniat hendak mengnstall OS misalnya saja Windows 7 lewat sebuah flashdisk, maka hal pertama yang harus dipersiapkan adalah dengan membuat flashdisk bootable. Di internet banyak sekali software yang bisa kita gunakan untuk membuat flashdisk menjadi bootable. Semua program-program tersebut bekerja sama baiknya dalam proses pembuatan flashdisk bootable. Namun semua program tersebut cukup menyita sedikit waktu dalam mentransfer file ISO ke flashdisk. Jika kawan ada yang belum tahu tentang file ISO, berikut penjelasan singkatnya;

File ISO merupakan duplikat dari sebuah CD. Untuk membuka file ISO, kita harus membakarnya atau dengan kata lain memindahkan file ini ke dalam CD untuk meng-ekstrak isinya. Begitu pun sebaliknya, untuk menghindari rusaknya fisik pada sebuah CD, maka untuk berjaga-jaga kita harus men-duplikat isi dari CD tersebut ke dalam bentuk file yang bernama file ISO. Bagaimana? Jelas kan?

Dari sekian banyak program atau software pembuat flashdisk bootable, Rufus adalah program yang paling cepat dan paling mudah untuk digunakan. Menurut pihak pengembangnya, Rufus mampu bekerja dua kali lebih cepat dari program sejenis seperti WinToFlash, Universal USB Installer dan Windows 7 USB/DVD Tool. Jadi bagi para pemula seperti saya, Rufus adalah pilihan terbaik yang bisa dipakai untuk membuat flashdisk bootable. Untuk mendapatkan Rufus, kawan bisa langsung menuju di website resminya di alamat http://rufus.akeo.ie/

Berikut ini saya sampaikan beberapa kelebihan dari software Rufus
- bisa didownload secara gratis
- jenis software portable (tidak perlu diinstall di komputer)
- mudah digunakan
- bekerja paling cepat dibandingkan software sejenis

Tutorial Cara Membuat Flashdisk Bootable Menggunakan Rufus

Setelah kawan mendapatkan Rufus, selanjutnya kita akan bahas bersama cara memnggunakannya. Ikuti langkah-langkah di bawah ini;
1. Jalankan Rufus
2. Pada Device, pilih flashdisk yang akan dijadikan menjadi flashdisk bootable
3. Pada File system, pilih FAT32
4. Pada Cluster size, pilih 4096 bytes (Default)
5. Pada New volume label, beri nama untuk flashdisk bootable misalnya saja Bootable Windows 7
6. Pada Format options;
- centang Quick format
- centang Create bootable disk using, pilih ISO Image kemudian cari file ISO yang akan kita transfer ke flashdisk
- centang Create extended label and icon files
7. Klik Start, selesai.


Untuk membuat flashdisk bootable, sebenarnya kita juga bisa membuatnya tanpa menggunakan software pihak ketiga yang telah disebutkan di atas termasuk Rufus. Yaitu dengan menggunakan perintah CMD (command prompt). Namun seperti yang telah saya katakan di awal, bagi para pemula seperti saya, software semacam Rufus sangat membantu pekerjaan ini. Oke kawan, itulah penjelasan singkat tentang cara membuat flashdisk bootable menggunakan Rufus. Di lain kesempatan saya akan posting cara membuat flashdisk bootable dengan perintah menggunakan perintah CMD.

Tutorial di atas bisa juga berguna untuk menunjang install ulang tanpa kehilangan data, seperti driver dan software terinstall.