Rabu, 09 Juli 2014

Cara Mengatasi Billing Error 429

Cara mengatasi run-time error 429 Billing Explorer / F-09

Langsung aja ya .. 

ini kasusnya dikomputer yg terinstall billing explorer dan yg pasti billing explorer itu ada di start up windows..
nah..dikomputer itu ada corel draw x 4 yg udah expired, ya udah ane uninstall aja tu corel..trus ane restart deh tu komputer..pas start up eh..billingnya malah ga jalan dan malah muncul 
dialog box Run-time error '429:' Activex component can't create objec 

Cara mengatainya adalah sebagai berikut :
1.  Download RegSvr32 disini Regsv32a.exe
2.  Simpen file yg Regsv32a.exe di drive C (difolder mana aja yg  pnting di C)
3.  Terus run (win+R) copas deh code ini  :
     RegSvr32 C:\progra~1\common~1\micros~1\dao\dao350.dll 
4.  Kalau ada dialogbox kaya gini


 




Berarti anda berhasil ... !!!

Rabu, 02 Juli 2014

Optimalisasi PC


OPTIMALISASI PC
Di tempat anda, mungkin banyak orang yang bisa menginstall program. Namun saya yakin sangat sedikit sekali yang mengerti dan mau memahami seni dari proses install tersebut sehingga menghasilkan PC yang optimal. Sering kita jumpai komputer sekelas Pentium IV masih dikatakan lambat. Padahal sudah dilakukan berbagai upaya untuk menambah memori dan meningkatkan prosesor. Namun tetap saja, masih ada beberapa proses yang dianggap lambat. Dengan settingan berikut, anda bisa menyulap Pentium III secepat Pentium IV. Ruang-ruang yang akan kita sentuh adalah sebagai berikut :
1. System Properties
2. System Configuration
3. Registry
1. System Properties
Adalah ruang berisi informasi tentang nama dan organisasi pemilik. Anda bisa membukanya dengan klik kanan pada icon My Computer dan pilih Properties. Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break. Ada beberapa rahasia yang akan kita obrak-abrik pada system properties ini, sehingga menghasilkan installasi yang optimal. Ikuti langkah berikut:
  • Klik kanan pada icon My Computer dan pilih Properties. Atau bisa juga dengan menekan tombol Start + Pause Break.
  • Klik menu System Restore, pastikan anda mengklik Turn Off System Restore On All Drives. Ini akan sangat berguna untuk menghalau salah satu cara perkembangbiakan virus.
  • Kemudian klik Advanced.
Terdapat 3 menu setting di bawahnya.
  • -Klik Setting pertama dan pastikan anda memilih Adjust For Best Performance. Lanjutkan dengan mengklik Apply. Tunggu beberapa saat, dan tampilan windows akan berubah menjadi klasik. Tampilan tersebut dapat kita rubah sesuai keinginan kita nanti.
  • Selanjutnya klik Advanced, dan klik Change untuk merubah Virtual Memory. Virtual memory adalah Space yang dijadikan memory bayangan untuk membantu kinerja memory asli yang biasa kita sebut RAM . Virtual memory ini akan meminta ruangan dari harddisk.
  • Pada sub menu Custome Size, terdapat kolom Initial Size. Isikan kolom dengan angka minimal 2 kali jumlah RAM yang anda pasang. Misalnya anda memasang RAM 128 MB, maka isi kolom tersebut dengan jumlah minimal 256. Dan pada kolom berikutnya isi dengan 2x kolom pertama. Jangan lupa klik Set. Klik OK dan OK lagi sehingga kembali ke System Properties awal.
  • Sekarang klik menu Setting yang ketiga, anda akan melihat dua kolom yang berisi angka 30. Rubah angka tersebut menjadi 3. Kemudian buang tanda Ceklis pada Automatically Restart.
  • Klik OK setelah selesai.
  • Tutup System Properties dengan mengklik OK
Dari hasil otak-atik tadi, tampilan windows terasa amat membosankan. Semuanya serba Classic, seolah-olah bukan Windows XP.
Jangan khawatir, itu hanya sekedar tampilan yang bisa kita rubah setiap saat, caranya:
  • Klik kanan di ruang kosong pada area Desktop dan pilih Properties sehingga muncul kotak dialog Display Properties.
  • Klik menu Themes, kemudian pada kolom Themes di bawahnya, klik tanda panah ( Pop up ) dan pilih Windows XP.
Jika sebelumnya sudah terpilih Windows XP, maka pilih dulu Themes lain, kemudian klik panah lagi dan pilih Windows XP. Ini dilakukan untuk memancing tampilan Windows XP yang sesungguhnya.
  • Klik Apply dan lihat hasilnya.
  • Selanjutnya klik menu Desktop, perhatikan di bagian bawah. Disana terdapat sub menu Customize Desktop, klik menu tersebut.
  • Pada tampilan kotak dialog berikutnya, pastikan anda membuang tanda Ceklis pada Run Desktop Cleanup Every 60 Days. Ini dilakukan untuk menghindari penghapusan otomatis Windows terhadap icon-icon yang sudah dianggap tidak penting, padahal menurut kita masih sangat penting.
  • Klik OK dan OK lagi untuk menutup Display Properties.
2. System Configuration
Ruang berikutnya yang akan kita bedah adalah System Configuration. Perhatikan langkah berikut :
  • Klik Start pilih Run dan ketik ms config kemudian Ok atau langsung tekan Enter.
  • Di deretan menu bagian atas, di ujung kanan terdapat menu Startup. Klik menu tersebut.
  • Lihat ke bagian bawah, terdapat sederetan nama dengan masing-masing mempunyai tanda ceklis.
Nama-nama tersebut adalah indikasi program yang akan selalu berjalan ketika Windows baru pertama kali tampil. Dan jika kita membiarkan tanda ceklisnya, maka Windows akan sedikit lambat ketika pertama kali proses Loading.
  • buang tanda ceklis pada nama program yang dianggap tidak perlu untuk ditampilkan pada waktu START UP. Kemudian klik Apply
  • Klik OK untuk menutup System Configuration dan klik Restart.
  • Minum kopi, makan cemilan, atau pesen nasi goreng untuk menunggu komputer anda yang Restart.
Setelah komputer Restart dan kembali ke ruangan Desktop, anda dikagetkan dengan munculnya kotak dialog yang tentu saja berbahasa inggris. Langsung saja klik kotak kecil untuk memberi ceklis pada Don’t Show This Massage…, (dst) kemudian klik OK, maka kotak tadi tidak akan muncul lagi ketika Windows baru Restart.
3. Registry
Registry adalah ruang Administrator Windows. Keluar masuknya program yang terinstall akan selalu melapor terlebih dahulu ke Registry.
Berikut ini adalah directory yang terdapat di Registry yang akan kita obrak-abrik:
  • HKEY_CLASSES_ROOT
  • HKEY_CURRENT_USER
  • HKEY_LOCAL_MACHINE
  • HKEY_USERS
  • HKEY_CURRENT_CONFIG
Yang akan kita sentuh adalah bagian a dan b. Ikuti langkah berikut:
  • Klik Start, pilih Run dan ketik regedit, klik OK atau langsung tekan Enter.
  • Klik tanda plus (+) pada HKEY_CURRENT_USER.
  • Klik tanda plus (+) pada Control Panel.
  • Klik tanda plus (+) pada Desktop.
( Perhatikan jendela sebelah kanan pada posisi Desktop. Terdapat sederetan String yang cukup memusingkan dan tentu saja berbahasa Inggris. Cari dan temukan MenuShowDelay. Jika sudah ketemu, klik 2 kali dan rubah nilainya dari 400 menjadi 0, kemudian klik OK).
  • Sekarang kembali ke jendela sebelah kiri.
  • Di bawah directory Desktop terdapat sub directory WindowsMetrics. Klik sub directory tersebut dan perhatikan jendela sebelah kanan.
  • Cari dan temukan MinAnimate, klik 2 kali pada value tersebut dan rubah nila
    inya menjadi 1, klik OK.
Sekarang tutup Registry dengan tombol Alt + F4 atau dengan mengklik tanda silang ( X) di bagian atas kanan jendela.
Restart Komputer anda dan lihat hasilnya.

Buat Bootable dengan Rufus

Cara Tercepat Membuat Flashdisk Bootable dengan Rufus

Cara membuat flashdisk bootable dengan cepat - Jika kawan berniat hendak mengnstall OS misalnya saja Windows 7 lewat sebuah flashdisk, maka hal pertama yang harus dipersiapkan adalah dengan membuat flashdisk bootable. Di internet banyak sekali software yang bisa kita gunakan untuk membuat flashdisk menjadi bootable. Semua program-program tersebut bekerja sama baiknya dalam proses pembuatan flashdisk bootable. Namun semua program tersebut cukup menyita sedikit waktu dalam mentransfer file ISO ke flashdisk. Jika kawan ada yang belum tahu tentang file ISO, berikut penjelasan singkatnya;

File ISO merupakan duplikat dari sebuah CD. Untuk membuka file ISO, kita harus membakarnya atau dengan kata lain memindahkan file ini ke dalam CD untuk meng-ekstrak isinya. Begitu pun sebaliknya, untuk menghindari rusaknya fisik pada sebuah CD, maka untuk berjaga-jaga kita harus men-duplikat isi dari CD tersebut ke dalam bentuk file yang bernama file ISO. Bagaimana? Jelas kan?

Dari sekian banyak program atau software pembuat flashdisk bootable, Rufus adalah program yang paling cepat dan paling mudah untuk digunakan. Menurut pihak pengembangnya, Rufus mampu bekerja dua kali lebih cepat dari program sejenis seperti WinToFlash, Universal USB Installer dan Windows 7 USB/DVD Tool. Jadi bagi para pemula seperti saya, Rufus adalah pilihan terbaik yang bisa dipakai untuk membuat flashdisk bootable. Untuk mendapatkan Rufus, kawan bisa langsung menuju di website resminya di alamat http://rufus.akeo.ie/

Berikut ini saya sampaikan beberapa kelebihan dari software Rufus
- bisa didownload secara gratis
- jenis software portable (tidak perlu diinstall di komputer)
- mudah digunakan
- bekerja paling cepat dibandingkan software sejenis

Tutorial Cara Membuat Flashdisk Bootable Menggunakan Rufus

Setelah kawan mendapatkan Rufus, selanjutnya kita akan bahas bersama cara memnggunakannya. Ikuti langkah-langkah di bawah ini;
1. Jalankan Rufus
2. Pada Device, pilih flashdisk yang akan dijadikan menjadi flashdisk bootable
3. Pada File system, pilih FAT32
4. Pada Cluster size, pilih 4096 bytes (Default)
5. Pada New volume label, beri nama untuk flashdisk bootable misalnya saja Bootable Windows 7
6. Pada Format options;
- centang Quick format
- centang Create bootable disk using, pilih ISO Image kemudian cari file ISO yang akan kita transfer ke flashdisk
- centang Create extended label and icon files
7. Klik Start, selesai.


Untuk membuat flashdisk bootable, sebenarnya kita juga bisa membuatnya tanpa menggunakan software pihak ketiga yang telah disebutkan di atas termasuk Rufus. Yaitu dengan menggunakan perintah CMD (command prompt). Namun seperti yang telah saya katakan di awal, bagi para pemula seperti saya, software semacam Rufus sangat membantu pekerjaan ini. Oke kawan, itulah penjelasan singkat tentang cara membuat flashdisk bootable menggunakan Rufus. Di lain kesempatan saya akan posting cara membuat flashdisk bootable dengan perintah menggunakan perintah CMD.

Tutorial di atas bisa juga berguna untuk menunjang install ulang tanpa kehilangan data, seperti driver dan software terinstall.

Selasa, 28 Mei 2013

Pengertian IP Address

Pengertian IP Addres, DNS, Gateway, Subnet Mask, Broadcast dan IP Network

1.Pengertian IP address
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
2.Pengertian Gateway

Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih
3.Pengertian Subnet Mask
Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
4.Pengertian Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
5.Pengertian Broadcast
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya.
6.Pengertian Ip Network
Segmen jaringan, dengan kata lain bisa disebut juga sebagai pengelompokan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Dalam satu jaringan LAN maka IP Network tentu akan sama.
Nah, Sekian Dulu Artikel Saya Kali Ini, Semoga Dapat Membantu Anda Dalam Kehidupan Sehari"

Sabtu, 18 Mei 2013

CIDR

CIDR

Classless Inter-Domain Routing (disingkat menjadi CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang sangat besar. Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.

Blok CIDR IPv4

IPv4 CIDR
IP/CIDR Δ to last IP addr Mask Hosts (*) Class Notes
a.b.c.d/32 +0.0.0.0 255.255.255.255 1 1/256 C
a.b.c.d/31 +0.0.0.1 255.255.255.254 2 1/128 C d = 0 ... (2n) ... 254
a.b.c.d/30 +0.0.0.3 255.255.255.252 4 1/64 C d = 0 ... (4n) ... 252
a.b.c.d/29 +0.0.0.7 255.255.255.248 8 1/32 C d = 0 ... (8n) ... 248
a.b.c.d/28 +0.0.0.15 255.255.255.240 16 1/16 C d = 0 ... (16n) ... 240
a.b.c.d/27 +0.0.0.31 255.255.255.224 32 1/8 C d = 0 ... (32n) ... 224
a.b.c.d/26 +0.0.0.63 255.255.255.192 64 1/4 C d = 0, 64, 128, 192
a.b.c.d/25 +0.0.0.127 255.255.255.128 128 1/2 C d = 0, 128
a.b.c.0/24 +0.0.0.255 255.255.255.000 256 1 C
a.b.c.0/23 +0.0.1.255 255.255.254.000 512 2 C c = 0 ... (2n) ... 254
a.b.c.0/22 +0.0.3.255 255.255.252.000 1,024 4 C c = 0 ... (4n) ... 252
a.b.c.0/21 +0.0.7.255 255.255.248.000 2,048 8 C c = 0 ... (8n) ... 248
a.b.c.0/20 +0.0.15.255 255.255.240.000 4,096 16 C c = 0 ... (16n) ... 240
a.b.c.0/19 +0.0.31.255 255.255.224.000 8,192 32 C c = 0 ... (32n) ... 224
a.b.c.0/18 +0.0.63.255 255.255.192.000 16,384 64 C c = 0, 64, 128, 192
a.b.c.0/17 +0.0.127.255 255.255.128.000 32,768 128 C c = 0, 128
a.b.0.0/16 +0.0.255.255 255.255.000.000 65,536 256 C = 1 B
a.b.0.0/15 +0.1.255.255 255.254.000.000 131,072 2 B b = 0 ... (2n) ... 254
a.b.0.0/14 +0.3.255.255 255.252.000.000 262,144 4 B b = 0 ... (4n) ... 252
a.b.0.0/13 +0.7.255.255 255.248.000.000 524,288 8 B b = 0 ... (8n) ... 248
a.b.0.0/12 +0.15.255.255 255.240.000.000 1,048,576 16 B b = 0 ... (16n) ... 240
a.b.0.0/11 +0.31.255.255 255.224.000.000 2,097,152 32 B b = 0 ... (32n) ... 224
a.b.0.0/10 +0.63.255.255 255.192.000.000 4,194,304 64 B b = 0, 64, 128, 192
a.b.0.0/9 +0.127.255.255 255.128.000.000 8,388,608 128 B b = 0, 128
a.0.0.0/8 +0.255.255.255 255.000.000.000 16,777,216 256 B = 1 A
a.0.0.0/7 +1.255.255.255 254.000.000.000 33,554,432 2 A a = 0 ... (2n) ... 254
a.0.0.0/6 +3.255.255.255 252.000.000.000 67,108,864 4 A a = 0 ... (4n) ... 252
a.0.0.0/5 +7.255.255.255 248.000.000.000 134,217,728 8 A a = 0 ... (8n) ... 248
a.0.0.0/4 +15.255.255.255 240.000.000.000 268,435,456 16 A a = 0 ... (16n) ... 240
a.0.0.0/3 +31.255.255.255 224.000.000.000 536,870,912 32 A a = 0 ... (32n) ... 224
a.0.0.0/2 +63.255.255.255 192.000.000.000 1,073,741,824 64 A a = 0, 64, 128, 192
a.0.0.0/1 +127.255.255.255 128.000.000.000 2,147,483,648 128 A a = 0, 128
0.0.0.0/0 +255.255.255.255 000.000.000.000 4,294,967,296 256 A

Kamis, 31 Januari 2013

Setting Router CLI

Tutorial Setting cisco Router menggunakan CLI

16 Des
Bismillah…
tanpa kalimat pembuka dan sambutan seperti di rapat RT, mari kita mulai belajar setting CISCO router. Yang akan dibahas didalam tutorial ini adalah:
1. konfigurasi static routing
2. setting telnet
3. setting SSH
4. setting DHCP
Jadi, terdapat topologi jaringan seperti dibawah ini
udinlagi-topologi1

sekarang kita ingin mengkoneksikan antara PC 0 ke PC 1 menggunakan static routing
agar terkoneksi, kita harus mensetting satu persatu ketiga router diatas. sebelum itu kita harus mensetting konfigurasi router jika kita pertamakali baru menggunakannya
########################## Konfigurasi Awal Router Cisco ################################
Pada sesi ini berisi setting username, password dan secret pada router. Here we go !!!
— System Configuration Dialog —
Continue with configuration dialog? [yes/no]:   (pilih no)
Press RETURN to get started!      (tekan ENTER)
kita setting sendiri secara manual cisco kita. Oke
perhatikan tanda:
Router>
ini menandakan kita berada di user mode, kita tidak dapat mengkonfigurasi apapun pada mode ini
ketikkan ‘enable’
Router>enable
Router# (kita berada di privillage mode, perhatikan perubahan dari tanda > menjadi # )
kita masuk ke configuration mode, ketikkan ‘conf t’
Router#conf t
Router(config)#
jika muncul tanda Router(config)# berarti kita berhasil masuk di configuration mode
uda… jelas ??? lanjutkan
ngikut aja yahh
Router(config)#hostname udin (buat ganti tulisan router jadi udin hehe ^_^ )
udin(config)#username udin password semangat (membuat username dan paswordnya. ini penting !!!)
udin(config)#enable secret rahasia (bisa aja rahasia diganti rhs, pisang, ayam, telor, mobil ato ngupi* )
udin(config)#exit
sudah …………..
konfigurasi dan setting password uda selese. gamfang khhaan ???
monggo dilanjut
################################### Setting IP ####################################
udin>
udin>en
password:rahasia
udin#sh run (untuk melihat interface apa aja yang kedaftar dalam router kita)
udin#conf t
udin(config)#int fa 0/0 (kangsudna kita masuk ke interface fastEthernet 0/0 )
udin(config-if)# (kalo ada ‘conf-if’ berarti bener)
udin(config-if)#ip address          192.168.1.1         255.255.255.240 (kita setting ip na sama di gbr.)
udin(config-if)#no shutdown (untuk menghidupkan interface f 0/0)
udin(config-if)#exit
udin(config)#exit
udin#
ip yang lain cara settingnya sama. jangan takut salah dan coba saja
#################################### Static Routing ################################
static routing rumusnya:
ip route (network tujuan) (subnetmask tujuan) (ip next hop)
begini ceritanya:
untuk mengenalkan PC 0 ke PC 1 kita setting router I (lihat gambar):
Router I
udin(config)#ip route            192.168.6.0     255.255.255.240            10.10.10.2
udin(config)#ip route            10.10.10.0        255.255.255.252            192.168.3.2

Router II
router2(config)#ip route      192.168.1.0     255.255.255.240            192.168.3.1
router1(config)#ip route      192.168.6.0     255.255.255.240            10.10.10.2

Router III
router2(config)#ip route      192.168.1.0     255.255.255.240            192.168.3.1
router2(config)#ip route      192.168.3.0     255.255.255.252            10.10.10.1

sebelumnya anda setting dulu IP address, subnetmask dan gateway pada PC 0 dan PC 1
contoh PC 0:
ip address: 192.168.1.2
subnetmask: 255.255.255.240
gateway: 192.168.1.1              (adalah ip router yang terhubung langsung dengan PC 0)
sudah…
############################## Setting Telnet ###################################
Telnet merupakan salah satu protocol yang digunakan sebagai remote router dari client yang sudah terkoneksi dengan router tersebut. bingung ??? tarik nafas…..teriak sekencangnya AAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
pastikan teman disamping anda tidak membawa benda tajam, atau memegang mouse, saya ga bisa bayangin kalo kalo ntar….uda ga jadi. lupakan……………………….. wudhu n sholat sunnah dulu aja giihh
untuk setting telnet masuk ke salah satu router diatas, contoh router 1
udin(config)#
udin(config)#line vty 0 4
udin(config-line)#transport input telnet
udin(config-line)#login local
udin(config-line)#exit
sekarang anda coba dengan masuk ke PC 0
pilih command prompt
ketikkan:
telnet 192.168.1.2                    (ip router yang baru dikonfigurasi telnetnya)
username: udin
password: semangat
udin>
udin>en
password: rahasia
udin#
uda…kita uda bisa mengkonfigurasi router 1 dari PC 0. mudah bukan ??? buukkaaaan
################################## Setting SSH ########################################
SSH mempunyai fungsi yang hampir sama dengan telnet, tetapi SSH lebih secure untuk digunakan karena data yang dikirim dan diterima melalui protocol SSH dienkripsi menggunakan algoritma RSA. ok lanjutGAN
contohnya kita tadi uda dengan semangat seting telnet di router 1, sekarang kita ganti setingan telnetnya dengan SSH. Begini:
udin(config)#
udin(config)#line vty 0 4
udin(config-line)#transport input ssh (maka line telnet uda ga bisa digunakan dan diganti dengan line SSH, jika ingin menggunakan keduanya ganti ssh dengan all)
udin(config-line)#login local
udin(config-line)#exit
udin(config)#ip domain-name udin.com (udin.com boleh diganti dengan siapa.com ato apalah)
udin(config)#crypto key generate rsa
akan keluar pertanyaan untuk jumlah bit enkripsi, ketikkan 1024
udin(config)#ip ssh version 2
udin(config)#exit
udah…
sekarang anda coba dengan masuk ke PC 0
pilih command prompt
ketikkan:
pc>ssh –l udin 192.168.1.1
username: udin
password: semangat
udin>
udin>en
password: rahasia
udin#

################################## Setting DHCP#######################################
terdapat topologi jaringan sebagai berikut:
udinlagi-topologi jaringan
router(config)#int fa 1/0 (jika interface yang terhubung ke access point  adalah f 1/0)
router(config-if)# ip address 192.168.10.1            255.255.255.0
router(config-if)# no sh
router(config-if)# exit
router(config)#ip dhcp pool akses (akses boleh diganti enak, Kediri, terserah, apapun dll)
router(dhcp-config)# (jika keluar begini berarti bener)
router(dhcp-config)# default-router 192.168.10.1 (gateway pada dhcp)
router(dhcp-config)# network 192.168.10.0        255.255.255.0
router(dhcp-config)# exit
udah…
lihat setting ip di PC anda, ganti menjadi DHCP, maka secara otomatis, ip network dan gateway sudah terisi sesuai dengan konfigurasi kita.

Sabtu, 06 Oktober 2012

INSTALLASI LINUX UBUNTU

 INSTALLASI LINUX UBUNTU
1.Masukkan CD Installer ke perangkat CD / DVD-ROM dan reboot komputer untuk boot dari CD. Tunggu sampai CD termuat ...


2.Anda akan melihat wallpaper dan jendela instalasi. Pilih bahasa dan klik tombol "Install Ubuntu 10.04 LTS" untuk melanjutkan ..







3.Layar kedua akan menampilkan peta bumi. Setelah pemilihan lokasi, waktu sistem akan menyesuaikan. Klik tombol "Forward" setelah Anda memilih lokasi yang Anda inginkan ..

4.Pada layar ketiga, Anda dapat memilih layout keyboard yang diinginkan. Klik tombol "Forward" bila Anda telah selesai dengan konfigurasi keyboard ...


5.Anda memiliki empat pilihan di sini:

Jika Anda memiliki sistem operasi lain (misalnya Windows XP) dan Anda ingin sistem dual boot, pilih :
  1. Pilihan pertama : "Instal mereka berdampingan, memilih di antara mereka pada setiap startup."
  2. Pilihan Kedua : "Jika Anda ingin menghapus sistem operasi yang ada, atau hard drive sudah kosong dan Anda ingin agar installer secara otomatis mempartisi hard drive Anda, pilih pilihan kedua, "Gunakan seluruh disk (Use entire disk)"
  3. Pilihan Ketiga : "Gunakan ruang terbesar bebas terus-menerus" dan akan menginstal Ubuntu 10.04 di ruang unpartitioned pada hard drive yang dipilih.
  4. Pilihan Keempat : "Tentukan partisi secara manual" dan dianjurkan HANYA untuk pengguna tingkat lanjut, untuk membuat partisi khusus atau memformat hard drive dengan filesystem lain dari yang default. Tetapi juga dapat digunakan untuk menciptakan partisi / home, yang sangat berguna jika Anda menginstal ulang seluruh sistem.


6.Tabel partisi akan terlihat seperti gbr di atas. Klik tombol "Forward" untuk melanjutkan instalasi ...

7.Pada layar ini, isi kolom dengan nama asli Anda, nama yang ingin Anda gunakan untuk login di Ubuntu OS (juga dikenal sebagai username yang akan diminta untuk log in ke sistem), password dan nama komputer (secara otomatis, tetapi bisa ditimpa).

8.Juga pada langkah ini, ada sebuah opsi bernama "Login secara otomatis". Jika Anda mencentang kotak pada pilihan ini, Anda akan secara otomatis login ke desktop Ubuntu. Klik tombol "Forward" tombol untuk melanjutkan ...


9.Ini adalah langkah akhir instalasi. Klik tombol “Install”.


10.Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx) akan terinstall...


11.Setelah beberapa menit (tergantung spesifikasi komputer Anda), sebuah jendela pop-up akan muncul, yang memberitahukan bahwa instalasi selesai, dan Anda harus me-restart komputer untuk menggunakan sistem operasi Ubuntu yang baru diinstal. Klik tombol "Restart Now"...



12.CD tersebut akan keluar otomatis; keluarkan dan tekan "Enter" untuk reboot. Komputer akan direstart  dan dalam beberapa detik, Anda akan melihat boot splash Ubuntu ...

13.Pada layar login, klik nama pengguna Anda dan masukan password Anda. Klik "Log In" atau tekan Enter ...



14.Tampilan Desktop Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx).

 Sekian.

Semoga bermanfaat cara menginstall ubuntu linux nya